Wajah Perpustakaan Masa Kini

Kalau mendengar kata perpustakaan, mungkin di benak sebagian besar orang akan langsung tergambar hal-hal berikut: ruangan yang berisi buku (bisa penuh bisa tidak), suasana hening (karena orang membaca atau tidak ada orang sama sekali), kondisi bukunya relatif baik (dijaga dengan baik atau karena tidak ada yang membaca), umur buku yang cukup tua. Biasanya lokasinya berada di sekolah atau perguruan tinggi. Kalau lebih baik dari gambaran tersebut, alhamdulillah. Kalau tidak lebih baik, ya tidak masalah, karena begitulah citra sebagian besar orang tentang perpustakaan. Kesan yang tradisional ini terus terbawa hingga kini yang zamannya sudah jauh berubah. Bahkan pengalaman saya mewawancarai beberapa orang lulusan ilmu perpustakaan menegaskan bahwa mereka pun tidak jauh lebih baik dari orang awam.

Beberapa pandangan tentang perpustakaan ini sudah saatnya diubah. Beberapa diantaranya :

(i) perpustakaan hanya milik orang sekolahan. selama ini perpustakaan dibuat memang hanya memenuhi kebutuhan anak sekolah, dan karena itu lokasinya pun ada di dalam sekolah. Sebenarnya perpustakaan adalah tempat siapa saja menimba ilmu. Oleh karena itu kategori bukunya pun boleh apa saja. selama suatu bacaan berisi pengetahuan, maka layak bacaan tersebut berada di perpustakaan. Yang tidak kalah pentingnya, perpustakaan bukan hanya untuk orang dewasa. Jauh lebih efektif kalau perpustakaan sudah diperkenalkan sejak dini.

(ii) mengenai lokasi, mengingat point(i), maka sebaiknya perpustakaan berada dekat dengan lokasi pemukiman. Dengan demikian, jika masyarakat sekitarnya ada waktu luang, mereka dapat menghabiskan waktunya dengan membaca atau aktivitas lainnya.

(iii) kegiatan yang dapat dilakukan di perpustakaan tidak hanya membaca. di sana orang juga dapat berdialog, berdiskusi asal tidak mengganggu pengunjung lainnya. Tidak salah jika di perpustakaan terdapat fasilitas bermain untuk anak-anak balita agar mereka pun dapat bermain selagi orang tuanya membaca.

(iv) fasilitas perpustakaan juga tidak kalah penting. Jika ada komputer, terlebih lagi internet, maka koleksi perpustakaan akan menjadi tak terhingga. Kita dapat belajar tentang apa saja, kapan saja, tanpa terikat dengan batas geografis, usia, suku dsb.

SIngkat kata, perpustakaan sudah selayaknya diposisikan sebagai tempat orang menimba pengetahuan lewat berbagai media, bukan ruangan tempat menyimpan dan membaca buku.perpustakaan digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pena Pustakawan

Heru wibowo

Komunitas Slims Kudus

Bersama Mewujudkan Perpustakaan Unggulan

%d blogger menyukai ini: